Monday, June 14, 2010















Nikon D70

Nikon D70 adalah kamera 6.1 Megapixel dengan menggunakan sensor CCD dengan teknologi Large Scale Integrated Circuit (LSI) processor yang membuat warna menjadi lebih indah.

Kamera ini bentuknya kokoh terbuat dari polycarbonat dengan warna hitam, membuatnya terlihat semakin cocok untuk pengguna profesional. Posisi control Nikon D70 letaknya cukup sesuai sehingga memudahkan kita untuk mempergunakannya.


Spesifikasi :
- Resolusi Maksimum 3008 x 2000
- ISO = Auto, 200 - 1600
- Jenis sensor = CCD
- Shutter 1/8000 detik sampai 30 detik
- Timer 2 sampai 20 detik
- Media Compact Flash (type I dan type II)
- Auto Focus dan Manual Focus
- LCD 1,8" ( 130,000 Pixels TFT)
- Playback image zoom
- Remote Control : ML-L3 wireless remote
- Hotshoe
- Build in Flash (Pop-up)
- Plug-and-play USB interface
- Video Out
- Battery Li-Ion EN-EL3, Three CR2 lithium batteries
- Supports Exif 2.2
- Low-light focus assist illuminator
- Ukuran : 5.5 x 4.4 x 3.1 in.
- Berat : 679 g (dgn Batt)

More Information:
Nikon D70 dijual hanya body saja, jadi kita perlu menentukan pilihan terhadap lensanya pada saat membeli. Pemilihan jenis lensa yang berbagai macam model, bentuk, kegunaan dan harga sangat menentukan kemampuan maksimal kamera ini.

Kemampuan Nikon D70 sangat baik, mulai dari menghidupkan sampai kamera ini siap untuk digunakan memerlukan waktu hanya 1/2 detik. Untuk shutter lag-nya mulai dari menekan tombol shoot sampai gambar tercapture sekitar 1/10, ini yang tidak didapatkan di kamera lain selain SLR setidaknya ketika tulisan ini dibuat. Kamera ini juga dilengkapi dengan kemampuan autofocus untuk mengambil gambar, dan shutter lag-nya sekitar 4/10 detik, masih cukup cepat.

Kamera ini dilengkapi dengan built-in speedlight untuk memberikan performance yang sesuai dan tidak didapatkan pada DSLR lain. Kemampuan flashnya walaupun rangenya tidak terlalu jauh, tetapi hasilnya cukup baik. Sama seperti DSLR lain, kamera ini juga dilengkapi dengan hotshoe untuk flash external.

Nikon D70 menggunakan battery lithium EN-EL3 dan charger MH-18. Kekuatan battery-nya sangat tergantung dari berbagai faktor, rata-rata bisa mulai ratusan atau bahkan sampai ribuan shoot mulai dari battery penuh sampai habis, kekuatannya dipengaruhi seberapa lama/banyak LCD digunakan untuk mereview dan seberapa sering flashnya digunakan. Sebaiknya kita memiliki battery cadangan untuk kondisi yang tidak terkira dan menghindari kita kehilangan moment berharga karena kehabisan battery. Unformasi tambahan, IBM Microdrives (CF II) memerlukan power lebih banyak dan lebih cepat menghabiskan kekuatan battery dibanding CF I.

Olympus Evolt E-500

Olympus Evolt E-500 adalah kamera Digital SLR dengan 8 Megapixel. Kalau dibandingkan dengan pendahulunya E-300, beberapa jenis fitur adalah sama, namun kamera E-500 ini mempunyai fitur baru antara lain LCD display yang besar, dan pengaturan noise yang lebih baik.

Body kamera ini terdiri dari aluminum dan polycarbonate. Memiliki bentuk yang compact dan ringan. Dengan design Dusk Reduction, membuat kamera ini sangat cocok digunakan pada kondisi berdebu sekalipun tanpa khawatir merusak kamera, misalnya untuk liputan olahraga.


Spesifikasi :
- Resolusi 8.0 Megapixel Effective
- Focus Type Autofocus& Manual Focus
- Image Resolutions Max 3264 x 2448
- ISO Speeds = Auto, 100, 200, 400, 800, 1600
- Shutter Speed 60 - 1/4000 sec
- Memory Type CompactFlash Card I/II, xD Picture Card
- Compression Type JPEG, TIFF, Raw Image
- EXIF 2.2
- Flash Built-In
- Hot Shoe for Flash External
- Optical Viewfinder (Through-the-lens)
- Ukuran LCD Panel 2.5 in (resolusi : 215,250 pixels)
- USB 2.0
- Video Out
- Battery Proprietary Lithium
- Self Timer = 2 Sec & 12 Sec.
- Berat 435 g (tanpa battery & memory)
- Ukuran 5 x 3.7 x 2.6 in

Official website : Olympus Evolt E-500

More Information :
Olympus adalah salah satu perusahaan yang menggunakan FourThirds system yang kemungkinan akan diikuti oleh Panasonic. Kamera Olympus Evolt E-500 adalah kamera ke tiga yang dikeluarkan Olympus dengan FourThirds System, dengan resolusi 8 Megapixel yang menggunakan sensor CCD Kodak 4/3.

Salah satu kelebihan dengan menggunakan FourThirds System adalah ukuran yang lebih compact dan lensa yang dengan mudah dapat di gontaganti. Semua lensanya mempunyai 2x focal length multiplier. Lensa kit yang disertakan adalah 14-45mm Zuiko, yang mana jika dibandingkan dengan kamera film 35mm, maka setara dengan focal length 28-90. Ini adalah range lensa yang sangat menarik untuk dipakai pada kondisi universal. Berat dari kamera ini juga sangat ringan walaupun dipasang dengan lensa kit bawaannya.

Salah satu kekurangan pada kamera ini adalah waktu startup yang kurang cepat sekitar 2 detik, sehingga perlu persiapan dari saat menekan tombol power, sampai kamera siap untuk digunakan, namun hal ini bukanlah sesuatu yang sangat mengganggu, apalagi jika kamera selalu kita stanby pada posisi On, maka masalah ini bisa diabaikan. Viewfinder yang sedikit lebih kecil dibanding DSLR lain membuat agak kesulitan untuk menggunakan manual focus. Tetapi untuk autofocus, tidak usah khawatir dengan kenyamanan dan keakuratan yang baik dari Evolt E-500. Kamera ini tidak dilengkapi dengan AF-assist, untuk bantuan focus pada saat cahaya ruang yang kurang, maka flash external pop-up akan membantu focusnya.

Sangat menyenangkan untuk melihat review hasil foto kita, dengan dilengkapi LCD yang besar, yaitu 2.5" akan membuat foto yang direview terlihat semakin jelas. Resolusi pada LCD kamera E-500 ini adalah 215.000 pixel, yaitu resolusi yang sangat mengagumkan untu ukuran kamera SLR. Namun, harap

Battery yang digunakan adalah Lithium 1500mAh Li-ion, cukup untuk capture sekitar 500 foto sebelum battery minta direchage kembali. Namun hal ini sangat tergantung banyak hal, termasuk flash external dan seberapa sering layar LCD digunakan untuk review hasil foto kita. Namun, sebaiknya selalu menyediakan battery cadangan untuk kondisi yang tidak diperkirakan.

Canon EOS 1000D

Canon EOS 1000D atau dikenal juga dengan sebutan Digital Rebel XS, adalah kamera digital SLR dengan resolusi 10.1megapixel menggunakan sensor CMOS.

Body kamera Canon EOS 1000D terbuat dari plastic khusus dan dilapisi dengan karet pada bagian tertentu, casing bodynya terbuat dari stainless stell, kamera ini dikeluarkan dengan warna hitam dan silver.


Spesifikasi :
- Resolusi 10.1 megapixel
- Sensor CMOS
- Resolusi maksimal 3888 x 2592
- Digic III Image Processor
- Jenis file RAW dan JPEG file formats
- Shutter speeds 1/4000 sampai 30 seconds
- LCD 2.5 inc dengan resolusi 230,000 pixels
- Support Live View dari LCD
- ISO range: auto, 100 sampai 1600
- Hotshoe
- Jenis memory: SD / SDHC
- Video output NTSC / PAL format
- Remote control E3
- USB 2.0 hi-speed data and control interface
- Battery Lithium-Ion LP-E5
- Ukuran 5.1 x 3.9 x 2.4 in
- Berat 502 g (dengan battery)

Official website : Canon EOS 1000D

More Information:
Kamera digital Canon EOS 1000D adalah nama yang digunakan pada pemasaran di wilayah Eropa, sedangkan pada wilayah Jepang dikenal sebagai Digital Rebel XS atau Canon EOS Kiss Digital F. Adalah kamera profesional entry level meneruskan pendahulunya Canon EOS 450D, dengan beberapa upgrade pada fasilitasnya, salahsatunya adalah menggunakan image processor DIGIC III yang memberikan kesempurnaan gambar serta kecepatan focus dan opeasional yang lebih baik jika dibandingkan processor sebelumnya. Kamera ini juga dilengkapi dengan live view pada LCD sehingga kita dapat melihat object yang akan di shoot melalui layar LCD. Salah satu kelebihan dari live view ini adalah kita bisa mendapatkan 100% object tanpa ada yang terlewatkan, dibanding jika kita melihat object melalui optical viewfinder, yang biasanya hasil fotonya akan menjadi sedikit lebih besar dibanding apa yang dilihat dari optical viewfinder. Yang harus diperhatikan bahwa live view pada kamera Canon EOS 1000D ini tidak bisa digunakan pada mode shooting tertentu.

Pada saat pembelian kamera Canon EOS 1000D ini, akan disertakan lensa kit dengan ukuran 18-55 IS EF-S F3.5-5.6. Salah satu kelebihan dari lensa kit ini adalah kemampuan image stabilizer yang membuat kita dapat menurutkan kecepatan shutterspeed untuk mendapatkan hasil yang lebih sesuai, tanpa takut gambar menjadi kabur akibat getaran tanggan pada saat kita menekan tombol shutter. Kamera ini menggunakan mount lensa yang cocok untuk lensa EF dan EF-S, sehingga kita dapat lebih flexible dalam memilih lensa apa yang akan digunakan dengan kamera ini.

Jenis memory yang digunakan pada kamera Canon EOS 1000D adalah SD (secure digital) memory card dan juga bisa digunakan pada memory jenis SDHC untuk kapasitas yang lebih besar. Karena saat ini harga memory semakin murah, dan juga kemampuan menyimpan kamera ini yang semakin besar, maka disarankan untuk menggunakan memory card dengan ukuran yang besar atau setidaknya diatas 1G.

Sama seperti kamera digital jenis EOS lainnya, kamera ini dilengkapi dengan system pembersih sensor yang dapat membantu membersihkan debu dari sensor sehingga hasil foto kita tidak terganggu akibat kotoran debu tersebut. Cara Kamera Canon EOS 1000D ini membersihkan sensor adalah dengan getaran gelombang ultrasonic dan kemudian menggunakan low pass filter yang memiliki lapisan anti-static yang dapat melindungi dari debu.

Kamera Canon EOS 1000D dilengkapi dengan pop-up flash, yang secara elektronis akan terbuka jika diperlukan. Flash guide number untuk flash internal ini adalah 13 meter pada ISO 100. Pada ukuran ini flashnya cukup kuat jika dibandingkan kamera digital sejenisnya. Flash ini juga berfungsi sebagai lampu AF assist, untuk membantu kamera menemukan focus jika kita akan memotret object pada kondisi cahaya yang kurang.

Canon EOS 1000D juga didesign untuk dapat digunakan pada batery grip jenis BG-E5 (optional, tidak disertakan didalam dos pembelian kamera) agar dapat ditambahkan battery dengan jenis double lithium ataupun dengan jenis battery AA yang bisa didapatkan dengan mudah disupermarket terdekat jika kita kehabisan battery. Performa battery bawaan kamera Canon EOS 1000D (battery jenis LP-E5) ini cukup baik yang disebutkan dapat digunakan untuk kuranglebih 500 kali shoot pada kondisi normal, namun hal ini sangat berpengaruh seberapa sering kita menggunakan LCD untuk review ataupun preview, juga seberapa banyak kita menggunakan internal flash akan mempengaruhi kekuatan battery. Disarankan untuk memiliki battery cadangan untuk menghindari kondisi yang tidak terduga.

Nikon D3000

Nikon D3000 adalah kamera DSLR dengan resolusi 10.2 megapixel dengan menggunakan sensor CCD. Kamera ini memiliki LCD yang cukup lebar, yaitu berukuran 3 inchi, cukup lebar untuk melihat hasil preview dan review foto dari kamera.

Seperti kamera DSLR Nikon lainnya, dengan body berwarna hitam, dibagian pegangan tangan ada garis merah sebagai pembeda antara kamera SLR Nikon dengan lainnya


Spesifikasi :
- Resolusi Maksimum 3872 x 2592
- ISO = Auto, 100 - 3200
- Jenis sensor = CCD
- Shutter 1 sampai 1/2000 detik
- Timer 2 sampai 20 detik
- Media SD dan SDHC
- Auto Focus dan Manual Focus
- LCD 3" ( 230,000 Pixels TFT)
- Playback image zoom
- Remote Control : ML-L3 wireless remote
- Hotshoe
- Optical Viewfinder, Pentamirror
- Build in Flash (Pop-up)
- Plug-and-play USB interface
- Video Out
- Battery Li-Ion EN-EL9a
- Supports Exif 2.2
- Ukuran : 5.0 x 3.8 x 2.5 in.
- Berat : 485 g (tanpa Batt)

Official website : Nikon D3000

More Information:
Kamera Nikon D3000 adalah kamera DSLR yang cocok untuk pemula atau profesional yang bergerak dalam bidang photography. Walaupun jenis kamera ini masuk dalam kategory DSLR dasar, tetapi kemampuan dan hasilnya sudah memuaskan tentunya jika dikombinasikan dengan teknik kemampuan photo yang baik.

Seperti kamera DSLR lainnya, kamera Nikon D3000 sudah memiliki fitur standart kamera DSLR. Untuk pilihan mode shootnya bisa dipilih sesuai selera, yaitu mulai dari mode Auto untuk penggunaan yang settingnya diserahkan sepenuhnya kepada kemampuan kamera untuk menghasilkan gambar yang baik, sampai dengan mode M (manual) jika kita betul-betul menginginkan setting secara manual. Untuk manual direkomendasikan untuk pengguna yang sudah mengerti cara menggunakannya.

Nikon D3000 dilengkapi dengan Optical Viewfinder untuk membidik object yang akan di shoot, dan hasilnya dapat dilihat / review melalui LCD yang ada dibelakang kamera. LCD Nikon D3000 berukuran 3 inchi sangat nyaman untuk melihat gambar dengan cukup jelas untuk dilihat. Sayang sekali kamera D3000 belum dilengkapi dengan LiveView, tetapi dengan Optical Viewfinder sudah membuat kamera ini dapat digunakan senyaman DSLR lainnya.

Sensor CCD digunakan dalam Nikon D3000 dengan resolusi 10 megapixel, merupakan ukuran yang cukup besar untuk kamera DSLR jika akan digunakan untuk mencetak dalam ukuran yang besar. Kamera Nikon D3000 juga dilengkapi dengan penghilang debu untuk mengurangi kotaran debu yang menempel pada sensor kamera. Kamera D3000 menggunakan EXPEED images processor yang memberikan hasil gambar lebih indah dan kecepatan pemakaian yang maksimal.

Pada paket kamera Nikon D3000 sudah termasuk lensa kit AF-S NIKKOR 18-55mm f/3.5-5.6G VR yang dilengkapi dengan image stabilizer, dan beberapa asesoris standart lainnya. Untuk kemampuan kamera mengambil gambar secara continue bisa mencapai 3 frame untuk tiap detiknya.

Battery yang disertakan pada kamera ini adalah jenis lithium EN-EL9a dengan kapasitas 1080mAh, cukup untuk digunakan sehari-hari. Kekuatan battery sangat berpengaruh dari seberapa banyak kita menggunakan LCD dan flash internal. Selalu disarankan untuk memiliki battery cadangan guna menghindari hal-hal yang tidak di inginkan.

Canon EOS 550D (T2i)

Canon EOS 550D dikenal juga sebagai Canon T2i. Adalah kamera DSLR dengan resolusi 18 Megapixel. Dengan layar LCD yang cukup lebar 3 inchi. Seperti biasanya DSLR Canon dilengkapi dengan internal flash dan hotshoe untuk external flash.



Seperti kamera digital DSLR canon lainnya, rata-rata bodynya berwarna hitam. Terbuat dari plastik yang sangat kuat digabungkan dengan metal stainless steel pada sebagian bodynya. Bentuknya enak untuk dipegang dan beratnya yang ringan membuat kamera ini cocok untuk dibawa atau dipakai untuk liputan acara yang memerlukan waktu lebih panjang.







Spesifikasi :
- 18.7 million effective pixels
- Resolusi Maximum 5184 x 3456
- DIGIC 4 Processor
- Movie: Max 1920 x 1080 (1080P, 16:9) (Full HD)
- Filetype: RAW dan JPG
- Canon EF / EF-S lens mount
- 1.6x field of view crop
- High ISO speed noise reduction
- ISO : Auto (100 - 6400)
- Viewfinder: Pentamirror (95% frame coverage)
- Hot-shoe (ETTL-II)
- Memory SD / SDHC, SDXC card
- Video Out NTSC / PAL
- Remote Control RM-1 Infrared
- 2" TFT color (115,000 pixels) LCD
- 10x playback zoom
- USB 2.0
- Battery : Lithium-Ion LP-E8
- Exif 2.2
- Berat 530 g
- Ukuran (5.1 x 3.9 x 2.4 in)

Official website : Canon EOS 550D

More Information :
Bagi pengemar kamera DSLR Canon, saat ini mengeluarkan sebuah kamera DSLR 550D yang bentuknya mirip dengan pendahulunya yaitu 500D (atau dikenal juga T1i). Nama lain dari kamera 550D adalah T2i. Ukuran dan beratnya nyaris sama. Tetapi ada beberapa perbedaan di bentuk tombol dan besarnya LCD. Untuk Canon 550D ukurannya adalah 3inchi. Semakin lama semakin besar megapixel akibat perkembangan teknologi yang begitu pesat. Saat ini kamera SLR Canon 550D dilengkapi sensor yang ukuran maksimalnya adalah 18 megapixel. Dengan menggunakan image processor DIGIC 4 membuat respon kamera menjadi lebih baik dan kemampuan kontrol noise yang bagus sehingga walaupun menggunakan ISO yang tinggi, tetapi hasil gambar noisenya masih bisa diterima dan tetap menghasilkan gambar yang baik.

Untuk autofocus Canon 550D mempunyai 9 titik focus yang dapat dilihat pada viewfinder dan seperti biasanya kita dapat memilih salah satu atau beberapa titik focus yang akan digunakan. Dengan teknologi DIGIC 4 processor, kamera ini mampu mendapatkan gambar 3,7 frame per detik (fps). Fungsi ini berguna untuk mendapatkan gambar berlanjut pada saat moment tertentu, misalnya mengabadikan lompatan atau yang sejenisnya. Sehinnga dalam 1 detik kita bisa mendapatkan 3 foto lebih.

Salah satu kelebihan lain dari DSLR 550D adalah dapat merekam video full HD 1080p, dengan pilihan 24, 25 atau 30 fps (frame per second). Semakin besar fps movienya, akan semakin lancar hasil rekaman video yang dapat kita lihat. Seperti rekaman handycam, rata-rata sudah mencapai 30fps. Jadi kamera digital ini sudah sangat baik untuk digunakan merekam video dengan hasil full HD. Tentunya kamera ini juga sudah support untuk live view. Sehingga kita bisa melihat object foto sebelum tombol shutter di tekan sebagai penganti melihat dari optical viewfinder.

Pada saat kita membeli kamera ini, pada paketnya akan mendapatkan lensa kit EF-S 18-55mm f/3.5-5.6 IS, sehingga kita bisa langsung menggunakan kamera ini dengan harga dibawah 10juta. Kamera Canon 550D untuk memory cardnya menggunakan jenis SD, SDHC atau SDXC. Perbedaan SDHC dan SDXC adalah di maksimal size penyimpanannya. SDHC maksimal 32GB, sedangkan SDXC bisa mencapai 2TB. Battery yang disediakan cukup untuk keperluan foto sehari. Tetapi semakin sering kita menggunakan LCD untuk review atau preview hasil foto/video, akan semakin cepat batterynya habis. Selalu disarankan untuk memiliki battery cadangan untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan.

Sebuah Website Kamera Digital di Seluruh Dunia


Digital Camera Video dan banyak lagi

Digital cameras can do things film cameras cannot: displaying images on a screen immediately after they are recorded, storing thousands of images on a single small memory device, recording video with sound, and deleting images to free storage space. kamera digital kamera bisa melakukan hal-hal yang tidak bisa film: gambar ditampilkan di layar segera setelah mereka dicatat, menyimpan ribuan gambar pada memori perangkat tunggal yang kecil, merekam video dengan suara, dan menghapus gambar untuk ruang penyimpanan gratis. Some can crop pictures and perform other elementary image editing. Beberapa dapat memotong gambar dan melakukan editing gambar lain dasar. Fundamentally they operate in the same manner as film cameras, typically using a lens with a variable diaphragm to focus light onto an image pickup device. Pada dasarnya mereka beroperasi dengan cara yang sama seperti kamera film, biasanya menggunakan lensa dengan diafragma variabel untuk memfokuskan cahaya ke perangkat pickup gambar. The combination of the diaphragm and a shutter mechanism is used to admit the correct amount of light to the imager, just as with film; the only difference is that the image pickup device is electronic rather than chemical. Kombinasi diafragma dan mekanisme rana digunakan untuk mengakui jumlah cahaya yang tepat untuk imager, seperti halnya dengan film, satu-satunya perbedaan adalah bahwa perangkat elektronik pickup gambar daripada kimia.



Sony Alpha A-380

Sony Alpha DSLR A380 adalah kamera digital jenis DSLR dengan resolusi 14.2 megapixel, kamera ini menggunakan sensor CCD dengan ukuran 23.6 x 15.8 mm, memiliki croping factor 1.5x FOV crop. Kamera A380 direlease sebagai penerus A230 dan A330.



Ini adalah kamera DSLR yang berwarna hitam dengan design body terbuat dari plastic.




Spesifikasi :
- Resolusi 14.2 megapixel CCD sensor
- Resolusi terbesar 4592 x 3056 (untuk jenis L dan RAW)
- croping factor 1.5x FOV
- Sony Alpha / Minolta-A bayonet lens mount
- Jenis type file JPEG, RAW, or RAW+JPEG
- Super SteadyShot anti-shake system dengan viewfinder indicator
- LCD ukuran 2.7-inch TFT color Clear Photo LCD Plus, 230.400 dot
- LCD 100% frame coverage
- 9-point AF with Wide, Spot and Local Area Selection
- Shutter speeds: 30 sampai 1/4,000 seconds, 1/160 sec. flash sync
- ISO Range: 100 - 3200 equivalent
- Jenis memory: Memory Stick PRO Duo, SD / SDHC cards
- Hot Shoe TTL untuk flash
- Berat 489g tanpa battery
- Ukuran 128 x 97 x 71 mm

Official website : Sony Alpha A380

More Information:
Sony DSLR A380 adalah kamera yang sangat unik karena salah satu jenis kamera DSLR yang mempunyai kemampuan untuk live view. Ditahun 2009 adalah awal dimana semakin banyak kamera DSLR baru yang dilengkapi dengan fasilitas Live View. Walaupun terbilang teknologi baru, tetapi banyak pengguna yang merasakan kelebihan dari fasilitas ini. Dengan adanya Live View, kita bisa melakukan pengambilan photo object pada kondisi yang sulit. Apalagi kamera Sony Alpha 380 ini memiliki LCD yang bisa diubah-ubah posisinya keatas atau kebawah, sehingga benar-benar memudahkan penggunannya untuk memastikan object sebelum di shoot.

Kamera ini Sony DSLR A380 dilengkapi dengan LCD yang cukup tajam walaupun dipakai pada kondisi outdoor dengan cahaya matahari yang terik. Ukuran LCDnya sebesar 2.7inchi sangat membantu kita melihat review dan preview untuk photo kita.

Sony Alpha A380 menggunakan sensor CCD dengan ukuran APS-C, dilengkapi dengan BIONZ image processor yang juga dipakai dibeberapa kamera sony Alpha lainnya, menghasilkan gambar yang jelas dan tajam, sehingga kita tidak memerlukan bantuan software komputer untuk membuat hasil photo kita menjadi tajam secara alami. BIONZ image process telah membuat kamera ini menjadi sangat responsive pada saat focus dan juga memberikan kemampuan shoot sebanyak 2.5fps dengan menggunakan optical viewfinder. Kecepatan ini akan sedikit berkurang jika menggunakan Live Viewfinder, yaitu menjadi 2fps.

Untuk kekuatan battery adalah normal untuk penggunaan harian, tetapi kekuatan batterynya sangat berpengaruh dengan banyaknya kita menggunakan LCD, karena konsumsi battery akan semakin boros apabila kita semakin sering menggunakan LCD baik untuk review maupun preview. Sebaiknya selalu menyiapkan battery cadangan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.




Hadirkan Hunian Sejuk dan Kaya Nuansa

TAMAN mampu memunculkan atmosfer menyegarkan di tengah hunian.Apalagi bila ukurannya luas, selain suplai oksigen semakin banyak,nuansa teduh dan asri juga akan tercipta.

Tiap orang pasti ingin memiliki rumah yang nyaman, kaya nuansa, serta mampu memenuhi kebutuhan semua anggota keluarga yang mendiami rumah tersebut.Tidak terkecuali pasangan suami-istri Hadi S Topobroto dan Nelly Z Topobroto yang tinggal di Jalan Brawijaya 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,dan sudah ditempati sejak 37 tahun lalu. Pada 2004 Hadi merenovasi rumah itu menjadi dua tingkat. Menurut dia, hampir 90% ide penataan rumah datang dari dirinya dan sang istri. Untuk menambah wawasan tentang desain hunian, Nelly banyak mengambil referensi dari beberapa rumah yang pernah dia lihat dan menurutnya bagus sekaligus unik.

Inspirasi desain juga datang dari media massa, kemudian Nelly terapkan di rumahnya. Meski demikian, lama-kelamaan Nelly menyadari bahwa tak semua hal yang dia terapkan di rumah pas menurut pandangan matanya. ”Karena mungkin di tempat lain cocok, tapi ketika diaplikasikan di rumah saya tidak cocok,” ujar Nelly, yang kini berusia 75 tahun. Ditilik dari bentuk keseluruhan rumah ini, masih terlihat jelas nuansa bangunan lamanya. Namun, hal tersebut tak tampak pada penataan interiornya. Di sini, si empunya rumah banyak mengaplikasikan furnitur yang nuansanya ”campur-campur”.Ada yang etnik, ada pula yang modern.

Soal warna,Nelly dan suami memilih menerapkan palet-palet netral untuk rumah mereka.Pada dinding misalnya, Nelly lebih banyak mengaplikasikan warna putih. Sementara untuk furnitur,warna yang dipilih adalah cokelat agar sama seperti warna kayu.Di rumah ini furnitur yang digunakan memang hampir 50%-nya bermaterial kayu. Adapun fasad rumah seluas 600 meter persegi ini masih menampakkan nuansa zaman dulunya.Tak ada kreasi tertentu yang unik,yang bisa menjadikan bangunan ini menonjol di antara bangunan lain di sekitarnya.Yang bisa dikatakan menarik mungkin unsur kayu tadi.

Kayu membuat rumah ini terkesan lebih nyeni. Di halaman rumah mereka, Nelly dan suami membuat taman bergaya minimalis.Taman itu dilengkapi dengan aneka tumbuhan tropis,yang menjadikan areal sekitar bangunan terasa lebih segar dan sejuk.Taman bergaya serupa ternyata juga diaplikasikan di dalam rumah.Hanya, jenis tanaman yang banyak digunakan adalah tanaman pot. Rumah ini juga memiliki foyer. Namun,berbeda dengan foyer pada umumnya yang berukuran kecil, area foyer milik keluarga Topobroto ini cukup besar.

Bentuknya memanjang, hampir sama dengan koridor. Foyer dilengkapi empat buah kursi yang diletakkan menempel pada dinding. Di sisi bidang dinding yang lain pun sama.Terdapat kursi, namun dengan motif serta jenis yang berbeda. Nuansa etnik terlihat dari penggunaan gebyok di area foyer. Fungsi gebyok ini bukan sekadar pembatas antara ruang publik dengan ruang privat, tapi juga menjadikan rumah terlihat lebih ”manis” dan ”ramah”. Satu hal lagi yang membuat foyer di kediaman keluargaTopobroto berbeda,yakni fungsinya yang bukan sekadar ruang transisi. Sebab, di ruangan ini pihak keluarga pun cukup sering menerima tamu-tamu formal. Beralih ke ruang keluarga, di sana terdapat dua set sofa bermotif bunga dengan warna yang berbeda, yakni kuning dan merah.

Sebagai penyelaras, Nelly menampilkan meja berwarna kuning keemasan yang berasal dari India.Sementara untuk ruang makan,Nelly mengaplikasikan meja beserta kursi kayu dengan dudukannya yang berwarna merah muda. Meja tersebut dipermanis oleh sebuah taplak putih hasil sulaman sang nyonya rumah. Adapun dapur berada bersebelahan dengan ruang makan.Dapur ini merupakan area favorit Nelly karena di dalamnya terdapat banyak aksesori sulaman buatan sendiri. Dapur juga memiliki view yang bagus karena berhadapan dengan taman.

Keluarga Topobroto memang memanfaatkan halaman depan, samping,dan belakang rumah untuk dijadikan taman. Di rumah, Nelly dan Hadi tak lagi tinggal bersama anak-anak mereka.Makanya,bangunan ini sehari- hari terasa lengang.Apalagi ukurannya cukup besar dan tak banyak memiliki sekat antarruang. Beruntung, Nelly pandai menyiasatikondisirumahnyasehingga tidak terkesan terlalu lapang.

Tak ayal,ruang-ruang di rumah ini tidak ada yang terlihat seperti ruang masif. Nelly, yang walaupun sudah berumur, masih memiliki banyak kegiatan, salah satunya membuat kalung dari batu-batuan. Hasilnya kemudian dia pajang di sebuah lemari yang diletakkan di area bawah tangga.(raya simarmata)

Modern Etnik


KONSEP east meets west memengaruhi koleksi desain dalam negeri. Para desainer menciptakan desain unik, etnis, namun bernuansa kini.


Dilihat dari banyaknya pekan mode dan pagelaran busana yang dilakukan para desainer Indonesia,kolaborasi desain Timur dan Barat tersebut seolah memberikan identitas tersendiri pada hasil karya desainer dalam negeri. Musa Widyatmodjo misalnya. Desainer yang tengah fokus mengembangkan lini sekundernya,M by Musa, ini tak pernah ketinggalan menyuguhkan koleksi apik namun tetap bercitra etnis.Seperti yang dipertunjukkannya di malam pembukaan maupun di pertunjukan tunggalnya di Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) 2010, beberapa waktu lalu. Saat itu koleksinya mengambil tema Hun Li yang merupakan perpaduan budaya China-Padang.

”Hun Li berarti pesta pernikahan yang kemudian saya refleksikan dalam perpaduan harmonis warisan budaya Timur dan Barat, dengan ciri pengantin China,” papar Musa. Nuansa etnis yang lebih kental ditampilkan Stephanus Hamy yang kali ini mengangkat kain tapis lampung.Hamy menempatkan kain tapis lampung sebagai fokus utama yang dipadukan bersama kain kontemporer dalam kemasan praktis ala busana Barat. ”Selama ini kain tradisional yang banyak diangkat ke permukaan itu kalau tidak batik,ya tenun ikat.Sementara kain tapis lampung ini belum banyak yang mengolah,” paparnya. Hasilnya, koleksi yang eksotis sekaligus atraktif. Hamy berhasil memunculkan sifat unik kain tapis,namun sekaligus mempertahankan look internasional dalam koleksinya.

Lainnya, Hamy menawarkan gaya yang lebih glamor melalui detail lipit, layer, serta penggunaan embelishment untuk memperkaya rancangannya. Adapun unsur kontemporer terlihat dari penggunaan obi sebagai pengganti ikat pinggang yang dipadankan bersama batwingberaksen lipit serta celana panjang yang sengaja dibuat dari kain tenun. Selanjutnya, Didi Budiardjo menunjukkan kekayaan budaya Tanah Air dalam gaya berbeda. ”Inspirasi bajunya dari baju bodo. Jadi geometrikal bentuknya,” tuturnya. Dia juga mengatakan, tenunan dalam koleksinya merupakan paduan dari tenun majalaya, tenun bugis,dan tenun jepara.

Didi menjelaskan, koleksi rancangan tersebut diilhami oleh kedatangan James Brooke ke Makassar,Sulawesi Selatan,sekitar satu setengah abad silam.Saat itu,orang Bugis menanyakan kepada Brooke bagaimana kabar Napoleon setelah digulingkan. ”Itu sesuatu yang menarik karena tahun segitu orang sudah peduli dengan isu-isu internasional,” papar desainer yang baru saja pulang dari fashion showdi Jepang itu. Adapun Priyo Oktaviano mengemas kain tenun ikat bali dalam napas elegansi lewat tema Bali of Arc dan Carmanita mengambil gaya effortless ethnicmenggunakan tie dye bercorak geometris.Rumah Pesona Kain berkolaborasi dengan Oscar Lawalata.

Keduanya menunjukkan dua cara pengolahan kain tradisional, yakni dengan gaya kontemporer berupa terusan maxi atau gaya tradisional dengan mengembalikan fungsi kain sebagai padanan busana tradisional, layaknya baju bodo,baju kurung,maupun kebaya.(lesthia kertopati)